Bekerja atau usaha dalam pengatasan pengangguran
Bekerja
Semua orang pasti ingin mendapatkan uang, uang dapat di
peroleh apabila kita bekerja. Sebelum kita bekerja kita membutuhkan pendidikan
yang cukup untuk bekal bekerja nanti agar tanggung jawab atas pekerjaan
tersebut dapat terpenuhi dengan baik dan benar, tanpa pendidikan (yang
dipilih/disukai) yang sesuai dengan bidang yang dianut kecil kemungkinannya
untuk dapat sukses dalam bidang tersebut. Bekerja juga dapat menjadikan diri
kita menjadi lebih baik lagi, maksudnya adalah menambah wawasan kita dari tidak
tau menjadi tau dan dari tau menjadi lebih tau. Bekerja juga dapat meningkatkan
sosialisasi kita, jadi kita dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang lain. Bekerja
tidak hanya di dalam perkantoran saja tetapi ada juga pekerjaan yang di luar
perkantoran.
Bekerja tidak semata mata ingin mendapatkan uang saja tapi juga
harus diimbangi dengan tanggung jawab yang ada sesuai dengan bidangnya
masing-masing. Pekerjaan sangat dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran
dan kemiskinan. Dengan cara bekerja pula tingkat perekonomian kita akan
meningkat. Dalam suatu perusahaan bekerja bukan untuk ajang main-main, bekerja
harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dan dilakukan dengan
sungguh-sungguh, karena pekerjaan yang kita lakukan akan mempengaruhi suatu
perusahaan tersebut. Apabila tingkat kinerjanya buruk hasilnya pun akan buruk
dan itu semua akan berdampak pada perusahaan tersebut dan sebaliknya apabila
pekerjaannya baik maka hasilnya pun akan baik pula dan akan sangat berpengaruh
dengan perusahaan tersebut. Apabila ada kesalahan yang fatal dari salah satu
pegawai/karyawannya maka akan berakibat fatal pula tidak hanya untuk perusahaan
tersebut saja tetapi bisa jadi karyawan/pegawai yang lain. Dalam bekerja pun
tidak sesuka kita tetapi ada peraturan-peraturan yang harus dipenuhi/dituruti.
Dan upaya terus bekerja dengan baik dan giat pasti hasilnya akan jauh lebih
baik.
Usaha
Usaha merupakan penciptaan, pengembangan segala sesuatu
untuk menjadi lebih baik lagi. Usaha pun sama dengan bekerja usaha diciptakan
untuk mendapatkan hasil/uang. Dengan usaha kita juga dapat menciptakan lapangan
pekerjaan untuk orang lain. Banyak orang yang berwirausaha dan akhirnya
mengubah tingkat perekonomiannya menjadi lebih baik dari sebelumnya dan
memberikan solusi juga kepada para pengangguran untuk dapat ikut bergabung
dalam menjalankan suatu usaha tersebut atau ingin menciptakan usaha sendiri.
Apabila usaha yang dilakukan sudah maksimal maka hasilnya pun akan maksimal
pula. Dalam berwirausaha contohnya kita harus menemukan ide-ide terbaru dan
kreatif, ide/kekreatifan tersebut di kembangkan dan di jalankan dengan
sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Dan dalam usaha jangan pernah menyerah
atau putus asa, walaupun gagal teruslah mencoba dengan belajar dari kesalahan
yang lalu.
Bekerja atau usaha
dalam pengentasan pengangguran
Pengangguran terjadi karena jumlah pekerja dan jumlah
lapangan pekerjaan di Indonesia tidak seimbang (balance) karena jumlah lapangan
pekerjaannya lebih minim di bandingkan jumlah pekerja nya. Selain itu tingkat
pengangguran tidak hanya di dasari dengan ketidakseimbangan pekerja dengan
lapangan pekerjaan saja, tetapi di dasari pula oleh pendidikan masyarakatnya.
Pendidikan adalah nomor satu karena pendidikan adalah gudangnya ilmu
pengetahuan.
Data
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
jumlah penduduk Indonesia
pada Juni 2010 sebesar 234,2 juta jiwa
dengan laju pertumbuhan 1,33 persen
per tahun. Dari jumlah itu, jumlah
angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak 8,59 juta
orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami
penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk
miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen,
mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan
tahun 2009 (sebanyak 32,53 juta) atau 14,15 persen.
Dari
data di atas dapat di simpulkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia masih
cukup banyak walaupun memang semakin berkurang. Berkurangnya tingkat
pengangguran ini mungkin di dasari adanya kesadaran dalam pendidikan yang harus
di jalani dan diterapkan agar dimasa depan kita mendapatkan pekerjaan yang
sesuai. Dan semakin banyaknya pula orang yang berwirausaha dan menciptakan
lapangan kerja baru untuk para pengangguran. Berwirausaha adalah hal yang dapat
di coba oleh siapa pun karena selain pendidikan yang terpenting adalah
kekreatifannya.
Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah
dapat memplot anggaran pendapatan dan
belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah
memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Di
sisi lain, pemerintah dapat juga
meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan
kemiskinan dan pengangguran.
sumber :