Rabu, 04 Juni 2014

Teori Pembangunan (Schumpeter)



       Salah satu pendapat schumpeter yang penting, yang merupakan landasan teori pembangunanya adalah keyakinannya bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan  ekonomi yang pesat. Namun, schumpeter meramalkan secara persis bahwa dalam jangka panjang sistem kapitalisme akan mengalami stagnasi. 

       Dalam perkembangan ekonomi, schumpeter membedakan pengertian pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi walaupun keduanya merupakan sumber peningkatan output masyarakat. Menurut schumpeter, pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi  masyarkat tanpa adanya perubahan teknologi produksi itu sendiri.

       Sedangkan pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan olehinovasi yang dilakukan oleh para wiraswasta. Inovasi disini berarti perbaikan teknologi dalam arti luar, misalnya penemuan produk baru, pembukaan pasar baru, dan sebagainya. Inovasi tersebut menyangkut perbaikan kuantitatif dari sistem ekonomi itu sendiri yang bersumber dari kreativitas para wiraswasta.
Pembangunan ekonomi berawal pada suatu lingkungan sosial, politik, dan teknologi yang menunjang kreativitas para wiraswasta. Adanya lingkungan yang menunjang kreativitas akan menimbulkan beberapa wiraswasta perintis yang mencoba menerapkan ide-ide baru dalam kehidupan ekonomi (cara berproduksi baru, produk baru, bahan mentah, dan sebagainya). Mungkin tidak semua perintis tersebut akan berhasil dalam melakukan inovasi. Bagi yang berhasil melakukan inovasi tersebut akan menimbulkan posisi monopoli bagi pencetusnya. Posisi monopoli ini akan menghasilkan keuntungan diatas keuntungan normal yang diterima para pengusaha yang tidak berinovasi. Keuntungan monopoli ini merupakan imbalan bagi para inovator dan sekaligus juga merupakan rangsangan bagi para calon inovator.

Teori Ekonomi Bertahap (Rostow)



        Menjelaskan bahwa modernisasi merupakan proses bertahap, dimana masyarakat akan berkembang dari masyarakat tradisional dan berakhir pada tahap masyarakat dengan konsumsitinggi. Pada masa tradisional hanya mengalami sedikit perubahan sosial, atau mengalamikemandegan sama sekali. Kemudian berlahan-lahan Negara mengalami perubahan denganadanya kaum usahawan, perluasan pasar, pembangunan industri. Perubahan ini adalah prakondisiuntuk mencapai tahap selanjutnya yaitu tahap lepas landas.

Kekurangan dari Teori
1. Sering terjadi pertumbuhan ekonomi yang semu tidak seperti yang diharapkan oleh teoriekonomi ini. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi tertutupi oleh pertumbuhan penduduk akibat penurunan angka kematian. Akibat lanjutannya adalah sebuah Negara menjadisulit untuk berkembang dan melalui tahap tinggal landas.

2. Negara yang menerapkan teori ini seringkali memperoleh sumberdaya modal dari investasilangsung modal asing yang ditanamkan pada bidang pembangunan prasarana, pembukaantambang, dan struktur produktif yang lain. Investasi ini biasanya dalam bentuk pinjaman, baik dari Negara, kreditor, maupun dari lembaga-lembaga internasional. Pinjaman juga sering diberikan pada pemerintah Negara berkembang untuk mendanai proyek-proyek pembangunan. Dari pola itu terlihat terdapat ketidak seimbangan posisi karena Negara berkembang tersebut berposisi sebagai debitor, sedangkan Negara asing atau lembaga asing adalah kreditor. Negara berkembang selanjutnya sering ditekansehingga yang tampak, pemerintah Negara berkembang tersebut tidak lebih hanyalah tangankanan dari Negara asing atau lembaga asing yang ingin mensukseskan agenda-agenda politik maupun ekonominya di Negara yang sedang berkembang

3. Tahap tinggal landas merupakan tahap yang sangat kritis. Dalam teori yang disampaikan olehRostow, justru tidak memberikan penekanan pada bagaimana mengatasi problematika yang kritisdalam tahap tinggal landas. Rostow tidak memberikan pembahasan yang mendalam bagaimanacara mengatasi efek negatif dari sebuah pertumbuhan ekonomi yang dipercepat, seperti misalnyaefek kesenjangan sosial, distabilitas sosial dan distabilitas politik yang seringkali justru berakibat pada kehancuran yang mendalam seperti yang misalnya terjadi di Indonesia.

Kelebihan dari Teori

1. Memberikan kejelasan tahapan-tahapan pencapaian kemajuan yang meliputi : 1) masyarakattradisional, 2) masyarakat pra kondisi tinggal landas, 3) masyarakat tinggal landas, 4)masyarakat kematangan pertumbuhan dan 5) masyarakat dengan konsumsi biaya tinggi. Tahapantersebut memberikan tawaran secara terperinci pada pengambil kebijakan di sebuah Negaratentang tahapah dan prasyarat dari pencapaian tahapan yang harus dilalui untuk menjadikansebuah Negara menjadi lebih maju. Kejelasan teori yang disampaikan oleh Rostow itulah yang melatarbelakangi banyak Negara berkembang menerapkan teori ini dalam pembangunan mereka.
2. Petunjuk jelas yang disampaikan oleh Rostow tentang cara praktis dalam memperolehsumberdaya modal untuk mencapai tingkat investasi produktif yang tinggi. Cara tersebutdisajikan dalam berbagai alternatif yaitu:a) Dana investasi dari pajak yang tinggi b) Dana invesatasi dari pasar uang atau pasar modalc) Melalui perdagangan internasionald) Investasi langsung modal asing

Teori Ekonomi Neo Klasik (sollow)



Robert Sollow – Trevor Swan

Anggapannya bahwa:
1. tenaga kerja (penduduk) tumbuh dengan laju tertentu
2. ada kecenderungan menabung dari masyarakat
3. seluruh tabungan diinvestasikan
4. fungsi produksi Q = f (K.L). artinya bahwa hasil produksi itu dihasilkan dari kombinasiantara faktor modal dan tenaga kerja.

Sollow – Swan berkesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh:

1.      Pertumbuhan Penduduk
 Semakin banyaknya penduduk yang berusia produktif maka rata-rata pendapatan di suatu Negara tersebut akan semakin tinggi pula dan konsumsi pun akan menjadi tinggi pula. Dimana barang- barang dan jasa akan menjadi lebih banyak di produksinya, titik ini lah yang dinamakan ekonomi tumbuh atau terjadinya pertumbuhan ekonomi

2.      Sumber Daya Modal
sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

3.       KemajuanTeknologi
kemajuan teknologi sangat dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Barang-barang yang di buat oleh teknologi yang lebih canggih akan menghasilkan lebih banyak barang-barang dengan waktu yang lebih efisien. Dengan teknologi yang canggih pula akan menghasilkan barang-barang baru yang lebih menarik.

Teori Ekonomi Klasik (Adam Smith)




Menurut teori klasik (yang dikemukakan oleh Adam Smith) suatu negara mengalami pertumbuhan ditandai dengan:

1. Pertumbuhan jumlah penduduk
2. Peningkatan output (GNP)

Jumlah penduduk dianggap faktor yang pasif. Dengan demikian pertumbuhan suatu negara lebih tergantung pada pertumbuhan output (GNP). Sedangkan pertumbuhan output sangat tergantung kepada jumlah modal yang ditanam, modal ditentukan oleh jumlah laba yang diperoleh, laba tergantung kepada pasar (permintaan) dan permintaan tergantung pada jumlah penduduk dan penduduk tergantung pada upah, upah tergantung pada output. Asumsi klasik menyatakan bahwafaktor alam bersifat konstan. Maka pada suatu saat tingkat produksi itu akan mencapai tingkat “Full Employment”, artinya pendayagunaan alam, modal, dan tenaga kerja akan mencapai tingkat optimum, sehingga pada suatu saat jumlah output tidak bisa ditingkatkan lagi karena sudah optimum, maka akibatnya tingkat upah akan tetap, karena upah tetap maka penduduk punakan tetap, karena biaya hidup penduduk tergantung pada upah.

Dari ajaran ekonomi klasik yang dikembangkan oleh Adam Smith, dikembangkan juga sistem ekonomi liberal-kapitalis yang lebih mempercayakan perekonomian pada pasar ketimbang perencanaan-perencanaan oleh pemerintah. Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan ekonomi seseorang yang bertujuan untuk keuntungan pribadi sebaiknya juga memiliki efek yang baik untuk masyarakat secara umum. Menurutnya, pasar bebas memiliki mekanisme untuk memperbaiki kondisi yang tidak normal dengan istilah invisible hand  (tangan tak terlihat).

Fenomena invissible hand juga dapat dilihat dari kemampuan pasar memperbaiki situasi yang tidak sehat. Menurut Adam Smith, efek dari pasar bebas adalah kebaikan bagi seluruh masyarakat. Adam Smith juga sangat menekankan pentingnya meritokrasi. Sistem ini digunakan oelh institusi untuk memilih orang yang memikul tanggung jawab berdasarkan kemampuan atau bakatnya. Meritokrasi adalah faktor penting yang ditekankan untuk mendorong masyarakat agar selalu memperbaiki dirinya sendiri. Meritokrasi juga mendorong spesialisasi dan efisiensi dalam ekonomi.   



Pertumbuhan Ekonomi



Pertumbuhan ekonomi adalah  proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang, jadi makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya semakin tinggi pula kesejahteraan masyarakatnya, walaupun dilihat juga dari pendapatannya. Pertumbuhan ekonomi ini juga dapat dilihat dari seberapa banyak barang-barang  yang mampu diproduksi  dan seberapa banyak jasa yang diperlukan di Negara tersebut, seberapa banyak barang-barang yang yang diproduksi itu didasarkan pula pada kecanggihan teknologi dan kelembagaannya.

Output atau PDB adalah nilai seluruh barang jadi / akhir dan jasa-jasa yang diperoleh dan merupakan nilai seluruh produksi yang dibuat di dalam negeri, tanpa membedakan apakah produk tersebut dibuat dari faktor produksi yang berasal dari dalam negara tersebut atau faktor produksi yang berasal dari negara-negara lain yang dilakukan di negara tersebut.
·         Rumus tingkat pertumbuhan ekonomi ialah :

 g = (PN rill1 – PN rill 0)/(PN rill 0 )

Keterangan:
 g             = tingkat pertumbuhan ekonomi
 PN riil 1 = pendapatan nasional untuk tahun dimana tingkat pertumbuhan ekonominya dihitung.
PN riil 0  = pendapatan nasional pada tahun berikutnya untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi perhitungan harus dilakukan dengan dua cara yaitu : PN rill a = 100 / IH a x PN masa ini
Keterangan:
 IH a = indeks harga atau pendeflasi pendapatan nasional (GNP deflator )
 PN   = pendapatan nasional