Selasa, 29 April 2014

Disposable Income / pendapatan siap pakai


 
         Disposable income adalah pendapatan pribadi individu setelah pembayaran kewajiban pajak yang sudah siap untuk dibelanjakan penerimanya. Pendapatan ini  diperoleh dari pendapatan persorangan dikurangi pajak langsung.

DI = PI – Pajak Langsung 

        Pendapatan persorangan belum dapat digunakan sepenuhnya untuk konsumsi, sebelum dikurangi pajak penghasilan (pph), pajak bumi bangunan, dan pajak kekayaan. DI tersebut dapat digunakan untuk konsumsi dan sisanya menabung sehingga secara sistematis dirumuskan :

DI –KONSUMSI = TABUNGAN / DI – C = S

Dengan,  S = DI – C



Produk Nasional Neto



         Produk Nasional Neto adalah keseluruhan nilai produk yang dibuat oleh perusahaan didalam negeri. Produk nasional neto adalah pengurangan dari produk nasional bruto dengan depresiasi (penyusutan) yang akan menghasilkan  jumlah nilai barang dan jasa. Istilah ini berhubungan erat dengan konsep pendapatan nasional.


  • Rumus PNN yakni :

Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto - Depresiasi


  • Pendekatan produk nasional netto

Untuk dapat mengetahui beberapa pendapatan nasional salah satu Negara, kita dapat mencarinya dengan data dari produk nasional netto. Perhitungan produk nasional netto adalah penjumlahan dari nilai tambah yang didapatkan oleh perusahaan-perusahaan diberbagai kegiatan usaha yang ada pada perekonomian sebuah Negara.


  • Informasi yang bisa didapatkan dari proses perhitungan yang dilakukan dengan metode pendekatan produk nasional netto ini adalah :


1.      Sebagai gambaran infrmasi tentang seberapa besar sumbangan yang diberikan oleh berbagai sector ekonomi pada angka pendapatan nasional sebuah Negara

2.      Untuk salah satu alternative yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya perhitungan ganda pada sebuah faktor produksi yang sama. Yakni hanya dengan melakukan perhitungan pada nilai produksi netto yang dilakukan pada setiap tahapan proses produksi.














Produk Nasional Bruto



           Produk Nasional Bruto (Gross National Product) adalah nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu. Produk Nasional Bruto (GNP) adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warga negara asing yang tinggal di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang yang bekewarganegaraan negara tersebut. pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan GNP riil perkapita. GNP riil perkapita diperoleh dengan cara membagi GNP riil dengan jumlah penduduk. GNP riil perkapita mengukur jumlah rata-rata keseluruhan output yang diperoleh oleh setiap penduduk. Dengan demikian kenaikan GNP riil perkapita berarti kenaikan standar hidup masyarakat.
           
  • Ada pun sifat-sifat PNB :

1.      PNB adalah ukuran moneter
PNB tidak memperhitungkan perubahan pada nilai uang karena terjadinya perubahan harga-harga umum. Oleh sebab itu PNB pada tahun tertentu tidak dapat dibandingkan dengan PNB pada tahun lain, karena perubahan  jumlah output juga harganya sehingga nilai uang yang digunakan tidak sama besarnya.

2.      PNB hanya memperhitungkan barang-barang dan jasa akhir saja
Barang dan jasa akhir adalah barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dan langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Artinya barang dan jasa itu tidak lagi beredar dipasar untuk diperjual belikan. Barang yang dibeli oleh rumah tangga inividu maupun rumah tangga perusahaan tetapi tidak langsung digunakan sendiri. 

3.      PNB tidak menghitung nilai transaksi yang terjadi di pasar (oganized market)
-      -   Transaksi yang semata-mata menyangkut uang (andil, obligasi dll)
-       -   Transaksi barang bekas
-        -   Kualitas produk
-     - Waktu luang


  • Rumus menghitung PNB yaitu :

Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri - hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri


Produk Domestik Bruto



           Produk domestik bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.



           PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak.



          Menurut McEachern (2000:146),  Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP) artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat.



          PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.





Menghitung Produk Domestik Bruto / PDB / Produk Domestik Kotor




Menurut McEachern (2000:149) untuk memahami pendekatan pengeluaran pada GDP, pengeluaran agregat dibagi menjadi empat komponen yaitu: konsumsi, investasi, pembelian pemerintah, dan ekspor netto.



1. Konsumsi, atau yang lebih spesifik pengeluaran konsumsi perorangan, adalah pembelian barang dan jasa akhir oleh rumah tangga dalam waktu satu tahun. Contohnya : dry cleaning, potong rambut, perjalanan udara, dsb.

2. Investasi, atau yang lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan.



 Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.




3. Pembelian pemerintah, atau yang lebih spesifik konsumsi dan investasi bruto pemerintah, mencakup semua belanja semua tingkat pemerintahan pada barang dan jasa, dari pembersihan jalan sampai pembersihan ruang pengadilan, dari buku perpustakaan sampai upah petugas perpustakaan. Di dalam pembelian pemerintah ini tidak mencakup keamanan sosial, bantuan kesejahteraan, dan asuransi pengangguran. Karena pembayaran tersebut mencerminkan bantuan pemerintah kepada penerimanya dan tidak mencerminkan pembelian pemerintah.




4. Ekspor netto, sama dengan nilai ekspor barang dan jasa suatu negara dikurangi dengan impor barang dan jasa negara tersebut. Ekspor netto meliputi nilai perdagangan barang dan jasa.






  • Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:


PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor – impor




Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:




PDB = sewa + upah + bunga + laba




         Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.



Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.














Laju Pertumbuhan Ekonomi



          Laju pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses kenaikan output perkapita dalam jangka waktu tertentu. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam laju pertumbuhan ekonomi tersebut yaitu proses, output perkapita, dan jangka waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan suatu proses, bukan suatu gambaran nyata ekonomi di suatu wilayah atau Negara.
Menurut pakar ekonomi simon kuznet, pertumbuhan ekonomi sebuah Negara merupakan kesanggupan Negara tersebut menyediakan barang-barang yang terus dibutuhkan bagi rakyatnya. Kesanggupan ini didasari pada keberhasilan penguasaan teknologi dan birokrasi serta akselerasi pertumbuhan ekonominyadengan ideology yang dianut.

  • Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

          Menurut bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di asia. Bahkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pemicu geliat ekonomi regional. Sebenarnya angka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan adalah 6,2 tetapi Indonesia hanya mampu mencapai 6,1 persen saja. Penurunan angka tersebut disebabkan jumlah ekspor dan isu kenaikan harga BBM bersubsidi.
Semakin baik laju pertumbuhan ekonomi suatu Negara, semakin meningkat daya beli masyarakatnya. Akibatnya, meningkat pula kesejahteraan masyarakatnya. Seiring dengan meningkatnya perekonomian, pendapatan masyarakat Indonesia pun akan ikut meningkat. Jumlah masyarakat miskin pun akan menurun dan jumlah masyarakat menengah akan meningkat.
        Peningkatan jumlah masyarakat menengah, baik di kota maupun di desa sebagai sebuah indikator nyata dari akumulasi pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, indikator dari masyarakat menengah ini terlihat jelas dimasyarakat perkotaan.
Namun dengan peningkatan ini bukan berarti tidak berdampak negative terhadap factor lainnya. Semakin tinggi daya beli masyarakat, semakin tinggi pula mobilisasi masyarakat. Sehingga kepemilikan kendaraan pribadi menjadi semakin tinggi. Jika hal ini tidak dapat diantisipasi maka akan berdampak negative pada layanan infrastruktur.


        Laju pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat diukur dengan menggunakan laju pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).Berikut ini adalah rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi :



G          = Laju pertumbuhan ekonomi
PDRB1 = PDRB ADHK pada suatu tahun
PDRB0 = PDRB ADHK pada tahun sebelumnya
         PDRB juga dapat digunakan dalam melihat struktur ekonomi dari suatu wilayah. Struktur ekonomi digunakan untuk menunjukkan peran sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan akan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian. Struktur ekonomi merupakan rasio antara PDRB suatu sektor ekonomi pada suatu tahun dengan total PDRB tahun yang sama. Struktur ekonomi dinyatakan dalam persentase. Penghitungan struktur ekonomi adalah sebagai berikut:





Dimana:

PDRB sektor it = nilai PDRB sektor i pada tahun 
Total PDRBt     = nilai total PDRB pada tahun t