Rabu, 27 November 2013

Bekerja atau Usaha dalam Pengentasan Pengangguran


Bekerja atau usaha dalam pengatasan pengangguran 
 
Bekerja
        Semua orang pasti ingin mendapatkan uang, uang dapat di peroleh apabila kita bekerja. Sebelum kita bekerja kita membutuhkan pendidikan yang cukup untuk bekal bekerja nanti agar tanggung jawab atas pekerjaan tersebut dapat terpenuhi dengan baik dan benar, tanpa pendidikan (yang dipilih/disukai) yang sesuai dengan bidang yang dianut kecil kemungkinannya untuk dapat sukses dalam bidang tersebut. Bekerja juga dapat menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi, maksudnya adalah menambah wawasan kita dari tidak tau menjadi tau dan dari tau menjadi lebih tau. Bekerja juga dapat meningkatkan sosialisasi kita, jadi kita dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang lain. Bekerja tidak hanya di dalam perkantoran saja tetapi ada juga pekerjaan yang di luar perkantoran. 
       Bekerja tidak semata mata ingin mendapatkan uang saja tapi juga harus diimbangi dengan tanggung jawab yang ada sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pekerjaan sangat dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Dengan cara bekerja pula tingkat perekonomian kita akan meningkat. Dalam suatu perusahaan bekerja bukan untuk ajang main-main, bekerja harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena pekerjaan yang kita lakukan akan mempengaruhi suatu perusahaan tersebut. Apabila tingkat kinerjanya buruk hasilnya pun akan buruk dan itu semua akan berdampak pada perusahaan tersebut dan sebaliknya apabila pekerjaannya baik maka hasilnya pun akan baik pula dan akan sangat berpengaruh dengan perusahaan tersebut. Apabila ada kesalahan yang fatal dari salah satu pegawai/karyawannya maka akan berakibat fatal pula tidak hanya untuk perusahaan tersebut saja tetapi bisa jadi karyawan/pegawai yang lain. Dalam bekerja pun tidak sesuka kita tetapi ada peraturan-peraturan yang harus dipenuhi/dituruti. Dan upaya terus bekerja dengan baik dan giat pasti hasilnya akan jauh lebih baik. 

Usaha
        Usaha merupakan penciptaan, pengembangan segala sesuatu untuk menjadi lebih baik lagi. Usaha pun sama dengan bekerja usaha diciptakan untuk mendapatkan hasil/uang. Dengan usaha kita juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Banyak orang yang berwirausaha dan akhirnya mengubah tingkat perekonomiannya menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memberikan solusi juga kepada para pengangguran untuk dapat ikut bergabung dalam menjalankan suatu usaha tersebut atau ingin menciptakan usaha sendiri. Apabila usaha yang dilakukan sudah maksimal maka hasilnya pun akan maksimal pula. Dalam berwirausaha contohnya kita harus menemukan ide-ide terbaru dan kreatif, ide/kekreatifan tersebut di kembangkan dan di jalankan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Dan dalam usaha jangan pernah menyerah atau putus asa, walaupun gagal teruslah mencoba dengan belajar dari kesalahan yang lalu.


Bekerja atau usaha dalam pengentasan pengangguran 

         Pengangguran terjadi karena jumlah pekerja dan jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia tidak seimbang (balance) karena jumlah lapangan pekerjaannya lebih minim di bandingkan jumlah pekerja nya. Selain itu tingkat pengangguran tidak hanya di dasari dengan ketidakseimbangan pekerja dengan lapangan pekerjaan saja, tetapi di dasari pula oleh pendidikan masyarakatnya. Pendidikan adalah nomor satu karena pendidikan adalah gudangnya ilmu pengetahuan.
         Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2010 sebesar 234,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,33 persen per tahun. Dari jumlah itu, jumlah angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak 8,59 juta orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen, mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2009 (sebanyak 32,53 juta) atau 14,15 persen.
          Dari data di atas dapat di simpulkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia masih cukup banyak walaupun memang semakin berkurang. Berkurangnya tingkat pengangguran ini mungkin di dasari adanya kesadaran dalam pendidikan yang harus di jalani dan diterapkan agar dimasa depan kita mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Dan semakin banyaknya pula orang yang berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru untuk para pengangguran. Berwirausaha adalah hal yang dapat di coba oleh siapa pun karena selain pendidikan yang terpenting adalah kekreatifannya.
          Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah dapat memplot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Di sisi lain, pemerintah dapat juga meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.



 sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar