Menurut teori klasik (yang
dikemukakan oleh Adam Smith) suatu negara mengalami pertumbuhan ditandai
dengan:
1. Pertumbuhan jumlah penduduk
2. Peningkatan output (GNP)
Jumlah penduduk dianggap faktor yang
pasif. Dengan demikian pertumbuhan suatu negara lebih tergantung pada
pertumbuhan output (GNP). Sedangkan pertumbuhan output sangat tergantung kepada
jumlah modal yang ditanam, modal ditentukan oleh jumlah laba yang diperoleh,
laba tergantung kepada pasar (permintaan) dan permintaan tergantung pada jumlah
penduduk dan penduduk tergantung pada upah, upah tergantung pada output.
Asumsi klasik menyatakan bahwafaktor alam bersifat konstan. Maka pada suatu
saat tingkat produksi itu akan mencapai tingkat “Full Employment”, artinya pendayagunaan
alam, modal, dan tenaga kerja akan mencapai tingkat optimum, sehingga pada
suatu saat jumlah output tidak bisa ditingkatkan lagi karena sudah optimum,
maka akibatnya tingkat upah akan tetap, karena upah tetap maka penduduk punakan
tetap, karena biaya hidup penduduk tergantung pada upah.
Dari ajaran ekonomi klasik yang
dikembangkan oleh Adam Smith, dikembangkan juga sistem ekonomi
liberal-kapitalis yang lebih mempercayakan perekonomian pada pasar ketimbang
perencanaan-perencanaan oleh pemerintah. Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan
ekonomi seseorang yang bertujuan untuk keuntungan pribadi sebaiknya juga
memiliki efek yang baik untuk masyarakat secara umum. Menurutnya, pasar bebas
memiliki mekanisme untuk memperbaiki kondisi yang tidak normal dengan istilah
invisible hand (tangan tak terlihat).
Fenomena invissible hand juga dapat
dilihat dari kemampuan pasar memperbaiki situasi yang tidak sehat. Menurut Adam
Smith, efek dari pasar bebas adalah kebaikan bagi seluruh masyarakat. Adam
Smith juga sangat menekankan pentingnya meritokrasi. Sistem ini digunakan oelh
institusi untuk memilih orang yang memikul tanggung jawab berdasarkan kemampuan
atau bakatnya. Meritokrasi adalah faktor penting yang ditekankan untuk
mendorong masyarakat agar selalu memperbaiki dirinya sendiri. Meritokrasi juga
mendorong spesialisasi dan efisiensi dalam ekonomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar